Sumbar Harus Bangkit dan Maju
Dalam visi misi dan arah pembangunan Sumatra Barat yang diper¬siapkan Herman, disebutkan pembangunan jangka panjang Sumbar adalah untuk mencapai kualitas kehidupan HDI di atas 80 persen. “Visi yang akan dicapai adalah membangun masyarakat yang adil dan makmur. Intinya membangun kekuatan perekonomian daerah dan meme¬nangkan kompetisi dengan daerah lain. Berikutnya, baru akan bisa dicapai kualitas kehidupan HDI di atas 80 persen,” tulisnya. itu akan dilakukan dengan pembangunan berkelanjutan dengan berwawasan lingkungan.
Visi dan misi tersebut harus ditunjang dengan empat aspek utama kehidupan masyarakat. Yakni membangun sumber daya manusia (SDM) dan budaya, mengembangkan produk jasa dan produk unggulan, pen¬guasaan iptek strateguis, infrastruktur transportasi, energi dan air bersih.
Untuk mencapai visi dan misi tersebut, Herman telah mempersiapkan lima strategi:
- Membangun kepemimpinan dan budaya disiplin
- Menentukan produk jasa dan unggulan Sumbar
- Tetap menjadikan pertanian sebagai basis perekonomian
- Membangun network dan aliansi untuk investasi modal dan pemasaran
- Memanfaatkan perantau asal minang
Indikator yang digunakan dalam HDI meliputi 3 dimensi dasar pembangunan manusia:
- Hidup yang sehat dan panjang umur yang diukur dengan harapan hidup saat kelahiran
- Pengetahuan yang diukur dengan angka tingkat baca tulis pada orang dewasa (bobotnya dua per tiga) dan kombinasi pendidikan dasar , menengah , atas gross enrollment ratio (bobot satu per tiga).
- Standard kehidupan yang layak diukur dengan GDP per kapita gross domestic product / produk domestik bruto dalam paritas kekuatan beli purchasing power parity dalam Dollar AS
Dari Negara-negara yang diteliti oleh UNDP (United Nations Devel¬opment Programme), Indonesia masih berada pada urutan diatas 100. Sebelumnya pada tahun 2005, Indonesia menempati urutan 110 dari 177 negara, dengan indeks 0.697, turun dari posisi sebelumnya di urutan 102 dengan indeks 0.677 pada tahun 1999. Posisi ini cukup jauh dibandingkan negara-negara tetangganya, seperti Malaysia (urutan 61/0.796), Thailand (urutan 73/0.778), Filipina (urutan 84/0.758) dan Vietnam (urutan 108/0.704).
Angka IPM Indonesia Pada tahun 2006 mengalami kemajuan dengan mencapai 0.711 dan berada diurutan 108, mengalahkan vietnam yang mempunyai nilai 0.709. Kecenderungan dari angka IPM Indonesia adalah terus menerus naik (0.677 pada 1999, 0.697 pada 2005, dan 0.711 pada 2006) dan semakin mempersempit ketinggalanya dibanding negara-negara lain. Posisi ini sekaligus mensyaratkan Indonesia berada pada level menengah IPM di dunia bersama negara tetangga seperti Thailand (74), Filipina (84), Vietnam (109) dan Timor Leste (142).
Capaian tersebut berbeda dengan tetangga yang lain seperti Singapura (25), Brunei (34) dan Malaysia (61), yang masuk pada kategori negara dengan IPM level tinggi. Sudah bisa dipastikan Ne¬gara-negara yang mempunyai capaian IPM tinggi mempunyai tingkat kesejahteraan hidup masyarakat yang lebih tinggi bila dibanding¬kan dengan yang sedang maupun rendah.
Pada tahun 2007 angka IPM Indonesia mengalami kenaikan menjadi 0.728, laporan ini dikeluarkan oleh UNDP pada 27 November 2007, Indonesia berada pada peringkat 108 sedunia dan masih dibawah Vietnam. Penilaian tersebut diantaranya usia harapan hidup menem¬patkan Indonesia pada posisi ke-100. Tingkat pemahaman aksara dewasa di urutan 56. Tingkat pendaftaran di sekolah dasar, lanju¬tan dan tinggi ada di urutan 110. Sedangkan untuk pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita berada di posisi 113.
Pencapaian IPM Indonesia beberapa tahun terakhir tentu linier dengan proses pembangunan manusia yang dilakukan melalui berbagai program pembangunan. Dan indeks ini merupakan sebuah raport pembangunan manusia yang dicapai oleh pemerintah dan bangsa Indonesia.
Deskripsi kuatitatif tersebut dapat menyadarkan semua elemen bangsa khususnya pemerintah untuk bangkit mengejar ketertingga¬lan, dengan melakukan penataan kedalam (birorasi). Demikian pula kita harapkan kebijakan publik yang lahir akan semakin memen¬tingkan pembangunan manusia, sehingga terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur bukan semakin menjauh dari sasaran.
0 comments
Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment