Pandangan dan Pemikiran Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc
Random header image... Refresh for more!

Biografi Herman Darnel Ibrahim (7)

Setelah di PLN Terpilih sebagai Anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia yang di ketuai langsung oleh Presiden.

Setelah berhenti di PLN saya merasa kehilangan beban yang besar sekali. Maklum ketika jadi Direktur tanggung jawab saya begitu besar dan juga begitu luas yaitu seluruh tanah air. Saya tidak terbiasa tidak sibuk, saya sempat istirahat sekitar 3 minggu. Saya langsung diminta oleh Bank Dunia dan Asian Development bank menjadi Advisor yang tidak mengikat [Konsultan Lepas]. Permintaan itu saya terima. Saya mengikat perjanjian dengan Bank Dunia untuk 65 hari kerja dalam setahun dan dengan ADB 85 hari kerja setahun. Saya teruskan mengajar di program Pasca Sarjana jurusan Elektro ITB di Bandung. Setiap semester saya mengejar 1 mata kuliah, pada semester 1 saya mengajar “Standardization and Industry Recommendation” dan pada Semester 2 saya mengajar mata kuliah “Energy Sources and Conversion”.
Tidak berapa lama kemudian masih dalam bulan April pemerintah mengumumkan seleksi pemilihan Anggota Dewan Energi Nasional [DEN], suatu lembaga mandiri dan permabnen yang dibentuk berdasar UU Energi No 30 Tahun 2007. UU tersebut mengatur bahwa Dewan ini diketuai oleh Presiden dan Wakil ketuanya adalah Wakil Presiden dan ketua hariannya adalah menteri Energi. Saya mendaftar atas rekomendasi Asosiasi Panasbumi Indonesia [sy menjadi Ketua Umum 2001-2004] dan juga rekomendasi Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia [METI]. Lebih dari 100 peserta dari berbagai stakeholder energi mengikuti seleksi pertama yaitu Asesmen oleh Konsultan SDM yang ditunjuk Kementerian ESDM. Dari hasil tes ini direkomendasikan 32 orang untuk mengikuti wawancara oleh Tim yang ditetapkan Pemerintah. Se;leksi ini menghasilakan 16 kandidat untuk diusulkan mengikuti Fit and Proper oleh DPR. Saya lolos sampai ke DPR daan dari 16 calon tersebut DPR meloloskan 8 kandidat anggota DEN termasuk saya. Ke 8 kandoidat ini diajukan ke sidang pleno DPR untuk disahkan dabn nselanjutnya diasampaikan kembali kepada presiden untuk pengangkatan. Akhirnya melalui Kepres No. 17 tanggal 17 Maret 2009 saya dan 14 anggota lainnya ditetapkan sebagai Anggota DEN periode 2009-2014. Saya mewakili Pemangku Kepentingan Industri Energi terbarukan. Dari 15 Anggota DEN yang dipimpin oleh Presiden ada 7 Menteri yang tuggasnya berhuvbungan dengan Energi yaitu Menteri Perindustrian, Perhubungan, Pertanian, Keuangan, Bappenas, Ristek dan Lingkungan Hidup.

Diluar karir dalam bidang listrik dan energi, saya memeberi perhatian kepada Sumatera Barat melalui beberapa kegiatan Sosial. Saya menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IKESMA [Ikatan Keluarga Eks SMA] Payakumbuh dan Limapuluh Kota yang dibentuk Tahun 2003, yang merupakan organisasi diperantauan yang menghimpun persatuan Alumni SMA. Kegiatan organisasi ini memberikan bantuan kompurter ke sekolah-sekolah, membrikan bembingan dan melakukan audiensi denga siswa untu memberikan motivasi. Saya juga mengelola Yayasan DARFA yang pada 1994 sampai 2003 memberi bantuan belajar bagi siswa SMP SMA yang tidak mampu dan sejak 2003 fokus membantu calon mahasiswa yang diterima di preguruan tinggi negrei yang berasal dari keluarga tidak mampu. Saya menfokuskan bantuan di Talang Maur juga di kecamatan Mungka dan Payakumbuh. Saat ini sudah ada belasan yang lulus sebagai sarjana dan ada lebih dari 50 orang yang menerima bantuan tersebut yang sedang kuliah sebagian besar di Unand, UNP dan IAIN Imam Bonjol. Sebagian kecil lagi ada yang kuliah di Universitas Indonesia, IPB, ITB, UGM, Unibraw, dan USU Medan. Juga da 2 mahasiswa Minang yang ebrasal dari luar Payakumbuh yang saya bantu yaitu 1 orang kuliah di Al Azhar dan 1 lagi di Sudan. Saya juga sering diundang memberikan ceramah dalam pertemuan Mahasiswa Minang dan saya juga menjadi Anggota Dewan penyantun Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Dari pengalaman hidup dan karir saya, saya berkesimpulan bahwa modal yang penting dan harus selalu dikembangkan adalah penguasaan informasi, jaringan relasi [network] dan kredibilitas. Sikap perilaku dasar yang perlu dimiliki adalah: selalu berfikir positif, jujur, disiplin dan bekerja secara cerdas dan sistematis. Dalam hal merespons lingkungan kerja kita harus selalu peka, tanggap, memberi sebelum diminta dan selalu memberikan yang terbaik. Dan satu hal yang paling penting adalah tidak pernah berhenti belajar sesuai dengan filsafah ”Alam terkembang jadi Guru”. Dari apa yang saya lihat dan kunjungi saya terbiasa melakukan observasi dan untuk yang relevan saya melakukan analisa sintesa dan dari situ saya memperoleh pembelajaran. Untuk mendapat pengakuan dari lingkungan kerja baik atasan, rekan kerja dan bawahan dalam bekerja kita harus memastikan adanya hasil. Kita tidak cukup hanya dengan bicara konsep dan ide brillian kita harus mewujudkannya ”Make It Happen”.

0 comments

There are no comments yet...

Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment