Pandangan dan Pemikiran Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc
Random header image... Refresh for more!

Program Percepatan Pembangunan PLTU Batubara

PERCEPATAN PEMBANGUNAN PLTU BATUBARA UNTUK MENGURANGI KONSUMSI BBM DAN MENGANTISIPASI KEMUNGKINAN KRISIS LISTRIK TAHUN 2009

Oleh Herman Darnel Ibrahim, Direktur Transmisi dan Distribusi PLN

Latar Belakang Dan Permasalahan

Meskipun Indonesia dilanda krisis ekonomi sejak tahun 1998 penjualan listrik PLN tetap tumbuh dengan pertumbuhan rata-rata 7% pertahun. Di sisi lain sarana ketenagalistrikan mengalami pertumbuhan yang lebih kecil yakni rata-rata kurang dari 2% per tahun. Pada mulanya persoalan yang dihadapi PLN adalah rendahnya harga jual listrik, yang kemudian telah diselesaikan dengan kenaikan TDL pada tahun 2002 dan 2003. Pada tahun 2004 sampai awal 2005 keadaan mulaii membaik, namun pada bulan Maret tahun 2005 pemerintah menaikkan harga BBM [HSD] dari semula Rp 1650 per liter menjadi Rp 2300 per liter dan kemudian pada bulan Oktober 2005 naik lagi menjadi Rp 4800 per liter. Keadaan ini sangat memukul PLN karena pada tahun 2005, 30% listrik PLN masih dibangkitkan dengan bahan bakar BBM. Dengan konsumsi BBM sekitar 10 juta kiloliter pertahun, kenaikan tersebut menyebabkan meningkatnya biaya lebih Rp 30 trilliun pertahun. Sementara itu untuk tidak memberatkan masyarakat dan kalangan industri pemerintah mengambil kebijakan untuk tidak menaikkan TDL dan akan memberikan subsidi untuk menutupi kenaikan biaya tersebut.

Langkah strategis untuk keluar dari masalah ini adalah secepatnya mengurangi konsumsi BBM dengan menggantikan bahan bakar BBM dengan gas alam dan juga menggantikan pembangkit BBM yang digunakan untuk base load dengan pembangkit non BBM serta memprogramkan pembangkit baru non BBM khususnya PLTU batubara [yang paling murah dan energi primernya tersedia di dalam negeri] untuk pengembangan sarana ketenagalistrikan. Langkah strategis tersebut telah dituangkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik [RUPTL] PLN 2006-2015. Dalam RUPTL tersebut pembangunan pembangkit bartu diarahkan kepada pengembngan PLTU batubara mulut tambang di Sumatera dan pembangunan PLTU batubara menggunakan low rank coal di Jawa dan beberapa pulau lainnya. Dengan rencana tersebut diproyeksikan pada tahun 2009 energi listrik yang dibangkitkan dari BBM tidak lebih dari 5% dan biaya produksi secara bertahap akan dapat diturunkan.
Dari uraian singkat diatas dalam jangka 3 sampai 5 tahun kedepan masalah besar yang harus diselesaikan adalah: (1). Mengamankan penyediaan tenaga listrik dari kemungkinan kekurangan pasokan khususnya pada tahun 2008-2009, dan (2). Menurunkan biaya produksi terutama dengan mengurangi konsumsi BBM. Oleh karena itu percepatan pembangunan PLTU batubara sebesar 10000 MW merupakan satu-satunya pilihan yang mungkin untuk pemecahan kedua permasalahan besar terebut sekaligus dalam waktu yang singkat.

Download Full Paper Here

0 comments

There are no comments yet...

Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment